MOBETRIX, Jakarta - Sejak kemunculannya, ponsel terus mengalami perkembangan. Dari sekadar komunikasi suara, kemudian data dan kini mampu dijadikan medium 'face to face communication'. Soal komunikasi tatap muka itu, masih banyak yang puas.
Ya, meski jaringan GSM semakin cepat dengan adanya high speed downlink packet acces (HSDPA) HSDPA, tetap saja komunikasi tatap muka terasa kurang memuaskan. 'Patah-patah' dan kerap gagal karena persoalan jariingan. Network atau jaringan yang dimiliki oleh operator kerap dipermasalahkan untuk kasus komunikasi tatap muka. Padahal, persoalan hardware pada ponsel juga berpengaruh.
Sejumlah pihak memang terus melakukan percobaan dan pengembangan agar komunikasi tatap muka yang juga punya bahasa lain sebagai 'video chatting' bisa lebih maksimal. Salah satunya adalah Global IP Solutions (GIPS), yang mengumumkan mesin video chat terbaru. Dengan mesin itu, GIPS menjanjikan mampu mengubah smartphone menjadi video phone.
Menggunakan peer-to-peer video seperti halnya kapabilitas konferensi video, platform GIPS VideoEngine Mobile bakal menghadirkan komunikasi tatap muka berkualitas tinggi, bahkan sewaktu jaringan tak maksimal. Istilahnya: bisa berjalan dengan memanfaatkan 'efek jaringan dan keterbatasan hardware'. Dengan demikian mampu menyelesaikan 'packet loss' dan memproteksi sinkronisasi bibir.
Apa yang diungkap GIPS memang belum siap digelar dalam waktu dekat. Selain masih terus melakukan pengembangan, handset yang bisa menggunakan platform GIPS masih terbatas. VideoEngine hanya bisa berjalan di handset yang menggunakan sistem operasi WinMo dengan chipset Marvell dan prosesor Intel XScale PX310. Pengembangan VideoEngine memang bisa dioptimalisasikan pada chipset Marvell.
Adapun handset dengan chipset Marvell dan prosesor Intel XScale PX310 masih bisa dihitung dengan jari. Selain jajaran HP Ipaq, yang lainnya hanyalah Samsung SGH-i780 dan GSmart MS808 buatan Gigabyte.
Pihak GIPS mengakui bahwa pengembangan yang dilakukan saat ini adalah bisa berjalannya VideoEngine pada platform lain seperti Symbian Mac maupun Linux. Pengembangan itu, setidaknya akan selesai ketika video chatting bakal booming pada 2013 mendatang. Siapkah Anda? Atau malah sudah tak sabar lagi?































